"๐ท๐๐๐๐(๐) ๐ฒ๐๐ ๐"
Malam itu Tuhan tidur pulas dan bermimpi bahwa anak-anaknya kurus dan lesuh. Dalam mimpi Tuhan menyebut nama mereka satu-persatu walau hari masih gelap. Kemudian jago mulai berisik, jadilah Sabda, jadilah hari baru. Tuaian memang banyak pekerja sungguh sedikit; karena Sabda, Tuhan bertemu kesembilan bujang lapok tersebut. Sungguh tak disangka mereka kurus begitu lusuh lagi lesuh.
""Di sini rumah-Ku banyak jagung titi, arak, tuak, ikan, ubi, pisang, kacang, anggur hingga susu dan madu berkelimpahan tak pernah habis"". Kamu bisa tinggal di sini supaya kamu tidak lagi di sebut anak yang hilang.
Tuhan sungguh Tuan yang baik; kami sangat lapar, kami akan makan sampai mampus, imbuh yang tertua. Kemudian Tuhan berpesan: Apapun itu tetap berdoa agar kamu tak jatuh dalam pencobaan. Usai makan semua kekenyangan hingga mereka tertidur bahkan ngorok. Saat si jago berkumandang Petrus menyangkal Yesus ketiga kalinya; demikian pun ketujuh anak kepercayaan tak kunjung tiba dan hanya dua menemani Yesus sampai pada bukit Golgota.
Benar-benar dramatis; Tuhan kaget. Namun diam-diam Tuhan mendoakan supaya mereka menghasilkan buah Yang Baik dan Yang Benar di kebun yang lain.
**Memoria**
Sebelum dan sesudah tidur ku ingat kamu
"Hujan"
Aku bak merana kesepian
Kurindukan riuhmu pada atap rumah
Hingga hangatmu merebahkan sebatang tubuhku pada empuknya ranjang.
Bilamana lagi dan sekali lagi
Engkau datang bersama Raja Damai
Kita akan berpesta menikmati setumpuk jagung titi dan secangkir teh buatan puanku Magdalena.
Comments
Post a Comment