"ρυкєท(g) кσ∂α"
Sepulang dari Gereja, Bapak Manager bercerita Ketua seksi pertandingan menghubungi saya bahwa tim lawan kita besok (Senin 18 Juli 2022) hanya memiliki sepasang kostum yang berwarna merah. Saya menyanggah; bagaimana mungkin?? sebab tim tersebut memiliki nama, berdiri sejak lama dan punya catatan apik dalam persepakbolaan Flores Timur.
Foto: Usai laga Poswanker Vs Gelombang Laut.
Langit Kenere menganga lebar, hempasan Laut Sawu kian ganas, alam belum berhenti bercerita dan hanya Tuhan yang tau. Senin pagi cuaca nampak cerah, namun dingin masih betah. Kami mendamba: Bumi Wailolong-Badu tentu baik lantaran beberapa jam lagi kami mengunjunginya sekali lagi. Detik menantikan menit, kemudian menit menyanyikan jam dan jam memadahkan cerita bahwa langit Wailolong mendung di rundung duka. Wailolong tempat merajut kasih membasuh peluh kini menjadi kisah yang belum kesampaian.
Siapa sangka, siapa menjawab dan hanya Tuhan yang tau. Laut masih tenang bak lagu tenang-tenang mendayung selepas pantai dermaga Lewohedo, menatap Ile Boleng dan berkali-kali menatap Ile Napo, kami berlayar dengan rapih hingga mengecupi dermaga Larantukan.
Sungguh panas Ema Rheinya, menyusuri lorong-lorong hidup, melirik Katedral, melintasi pekuburan Cina yang bersorak-sorai. Kemudian lapangan Ile Mandiri menanti kami dengan debuh liar, kerikil brengsek serta atmosfer yang menyeramkan. Sejenak menundukkan kepala kemudian menengadah pada langit, degup jantung tak beraturan saat Lautan merah berhamburan menguasai empat penjuru mata angin. Tak mengapa karena kita hanya memiliki Cinta, kepada Tuhan dan kepada Sesama, " lebih kaya dari cinta dan lebih miskin dari rindu" saya ingat betul kata Pater Leo Kleden, SVD.
Kelopak mataku tergenang dan menetas di atas tribun yang licik, kiri-kanan, depan dan belakangku memadahkan sunyi mungkin kami masih terlalu dini sementara mereka sudah terlalu lama.
Foto : Keempat Punggawa Poswansker Fc Om Nelson, Saci, Adrian dan Jendral. Siang tadi menikmati indahnya Pasir Putih Ai Belen Lemanu, Solor Selatan. Dari foto ini kita bisa mengamati posisi berdiri menyerupai anak tangga-dari bawah menuju ke atas dan kita bisa temukan maknanya sendiri dalam hati dengan tampilan foto serta sikon yang ada di dalam foto tersebut.
Kita masih memiliki nafas, kita masih memiliki harapan-kesempatan untuk Sehati bekerja sama dan sama-sama bekerja sehingga ada tetasan air mata sukacita.
Terimakasih Pemerintah Desa Kenere, kalian sungguh-amat luar biasa melayani dengan kasih sehingga memberi ruang kepada anak-anak muda bisa di kenal dalam sepakbola Flores Timur. Kalianlah yang membesarkan pemain dengan membentuk sebuah wadah klub desa untuk masa depan anak tana. Kalian patut di teladani oleh Desa-desa lain. Untuk Coach, Official dan Para pemain kalian amat Luar biasa konsisten dalam aturan serta menjadi panutan untuk generasi sepakbola Lemanu-Kenere di masa mendatang.
Poswanker Pasti Bisa
Poswanker Pasti Menang 😇🙏💪.
Comments
Post a Comment