"๐ท๐๐๐๐(๐) ๐ฒ๐๐ ๐"
๐จ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
๐ซ๐๐
๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
๐ต๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐.
๐ญ๐๐๐: ๐ต๐ ๐จ๐
๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐
๐๐ & ๐ต๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐
๐๐
Begitulah sebuah pernyataan yang pernah saya dengar semasa kecil, konon pernyataan tersebut di nyanyikan walaupun singkat. Entah siapa nama pengarang saya pun tidak tau. Intinya di saat ada yang sambut baru selalu saya nyanyikan untuk mereka. Lebih jauh "Anak sambut baru duduk kursi baru" menampilkan kenyataan bahwa segala sesuatu disiapkan anggun, elok, elegan, sederhana, sebaik mungkin sehingga asyik di pandang mata. Sukacita sesungguhnya senantiasa ada setiap saat dan mesti di syukuri sedangkan "Naik Pohon baru" mengafirmasi harapan, cinta dan cita-cita di masa mendatang (๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
๐).
๐ฒ๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐๐ Pertama merupakan sebuah tradisi dalam Gereja Katolik yang merupakan sakramen ketiga dari tujuh sakramen di dalam Gereja Katolik. Seseorang menerima Sakramen Komuni Suci Pertama bisa diartikan ia siap menerima Cinta-kehadiran Yesus dalam rupa Roti dan Anggur. Bahwasanya seorang anak akan belajar dan selalu siap menerima sakit serta tantangan hidup meskipun tergolong belum dewasa. Untuk itu, seorang (anak) pribadi sudah di berikan pemahaman akan spirit untuk hidupny agar hidup tetap hidup sebab, Tuhan bersamanya.
Jika diperhatikan secara saksama setiap anak calon sambut baru wajib memiliki pengetahuan yang cukup tentang berbagai doa seperti; Doa Cinta, Doa Harapan, Hendak Berlindung, Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, Sepuluh Perintah Allah, Lima Perintah Gereja dan lain sebagainya. Selain itu, disaat sambut baru selalu di berikan kado dari orangtua kepada anak berupa Alkitab, Rosario dan lilin. Apa maksudnya, barangkali seorang anak mesti menjadikan doa sebagai makanan sebab doa-doa seperti diatas senantiasa lahir dari realitas dan Tuhan senantiasa hadir, memberkati setiap manusia dalam doa dan karya. Itu artinya selain berdoa, seorang anak mesti percaya kekuatan doa itu sendiri. (Sesuatu yang di doakan) bak lilin yang memberikan cahaya kepada siapa saja walaupun cahaya lilin begitukecil dan sederhana.
Peran keluarga amat penting untuk masa depan seorang anak. Tanpa keluarga seseorang tidak bisa "menjadi". Arie Kriting Bilang kata keluarga berasal dari kata keluar dan ga. Kalau keluar jadi, ga keluar ga jadi. Meskipun lucu tapi kaya makna dan tentu nyata sebab, factum prima seseorang ada dan berada karena peran keluarga untuk Senare, keloho sebagai pemimpin maupun ribu ratu yang bijaksana.
Merayakan sambut baru di bulan Agustus sesungguhnya dalam refleksi saya merupakan karunia terindah pasalnya nama Agustus mengingatkan Kaisar Agustus yang gagah perkasa, seorang pemimpin yang arif dan bijaksana bahkan momen sambut baru di tanggal 19 Agustus 2022 ini masih tergolong dini, bau-bau semangat kemerdekaan masih dirasakan hingga saat ini.
Foto: Mama Ita, Eldor, Adrian, Mama Sinta, Bapak Frans, Bapak Mikel & Yohanes.
Sukacita kadang disertai dengan air mata, air hidung pun tak luput. Semua ini adalah cinta, cinta yang menyatuhkan sebagai Kakan Dike Arik Sare. Dahulu kala para pendahulu, Opa dan Oma mengajarkan tentang Cinta-Kasih kepada diri sendiri dan sesama sehingga kita layak dan pantas di sebut sebagai anak-anak Allah.
Adrian & Yohanes
Pagi masih remang-remang
Tuhan sudah beri kado:
Pertama nafas saat kamu lahir
Kedua Ayah dan Ibu
Ketiga keluarga dan handai taulan
Keempat Hostia dan Anggur adalah Cinta Yesus
Kelima sekali lagi dalam iman dan cinta
Buku Alkitab adalah kekasihmu
Rosario adalah senjatamu
Lilin adalah temanmu.
Serasa kamu di lahirkan kembali, lagi dan lagi.
Keenam Merdeka ๐ฒ๐จsemoga kamu menjadi anak-anak terang di tengah perubahan zaman. Tuhan sertamu๐๐❤️.
Mohon maaf tidak sempat hadir
Sebab disini masih kata-kata
Belum kata kerja๐ฅ๐ช๐น❤️
Salam dari perantauan:
1. Ady, Ardy, Sukardy
2. Tilda, Antonio
3. Litary, Novy, Sukardy, Nova, Tini, Gian, Ayu
4. Tomy, Ayu, Sukardy Sabon
5. Bapak Paul, Nona Mar, Nona Us, Nona Mia dan Tiu David๐น๐ค❤️๐ช๐๐๐ฒ๐จ.
Comments
Post a Comment