"๐๐ถ๐ฌ๐ฆ๐ฏ(๐จ) ๐๐ฐ๐ฅ๐ข"
๐๐ฐ๐ต๐ฐ: ๐๐ช๐ฎ ๐๐ฐ๐ด๐ธ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ฆ๐ณ ๐๐ค
๐ฒ๐บ๐ป๐๐ ๐ค๐ฆ ๐ฉ๐๐๐ ๐ค๐ข๐ค๐ฅ pukul 09.45 Wita saya berangkat dari Maumere dan tiba di Konga---Titehena Pukul 11.03 Wita. Saya mengajak Partner Indri Buan untuk menyaksikan Turnamen Bola Kaki Pancawindu Wailolong di Lapangan Gawerato atau yang sering di kenal lapangan Badu. Partner pun menyambut dengan kegirangan, konon ia penasaran seperti apa tim Poswanker Fc di lain sisi, ia ingin refreshing dari dunia bisnis yang telah di gelutinya. Setelah mendapat restu dari kedua orangtuanya kami berangkat pukul 13.30 Wita dan tiba di TKP (baca; lapangan Bola) pukul 14.05 Wita.
Hari itu sungguh panas, serasa berada di planet Mars. Saat menyusuri lorong menuju Lapangan Bola kaki, mata saya tertuju pada bens yang sudah tempati suatu tim. Saya tidak menyangka bahwa tim tersebut adalah Poswanker. Ya, semakin dekat dan saya mengenal perawakan sekaligus busana yang dikenakan oleh Manager sekaligus Kepdes di Desa Kenere tercinta. Kataku kepada Indri ini tim Poswanker dan Bapak Mikel Klodor sebagai Manager tim. Pada bagian barat di luar stadion tampak sebuah bis Larantuka-Maumere yang sedang parkir. Bis ini tidak asing dan ternyata bis tersebut digunakan untuk menjemput-mengantar pemain dari pelabuhan Larantuka ke lapangan Bola kaki Badu maupun sebaliknya, kata Bapak Manager saat berbincang usai laga partai pertama antara Poswanker Fc vs Rajamanuk Fc. Dua gol diborong oleh Rony pemain Sumba, lincah penuh skil bak Kuda Sandelwood. Sebenarnya Poswanker bisa menang lebih dari 2 gol namun banyak peluang belum bisa dimaksimalkan secara baik. Faktor kelelahan maupun faktor cuaca yang mendidih tentu melemahkan siapa saja apabila tidak memiliki mental yang kuat. Ya ini Flores Timur-Lamaholot. Kick off partai pertama di mulai pukul 14.15 Wita. Meskipun kalah dalam jumlah pendukung (hanya 9 orang) namun para pemain tetap merasa suporter Poswanker memenuhi tribun penonton, untuk itu, para pemain bertarung secara semangat dan tak gentar. Cibiran dari pendukung Rajamanuk begitu riuh dengan aksen nagi melayu yang kental: korang lao datang, jaoh na jaoh kesian kalo terada menang. Korang maen begena tu, kasar na kasar, korang menang po bae, kasihan langgar laut kalo terada menang.
Mendengar pernyataan demikian saya mengucapkan terimakasih berkali-kali kepada pendukung lawan sebab, kata-kata ini yang saya harapkan dan terbukti kami menang. Kemenangan ini terbayar mahal karena Viktor Sogen salah satu punggawa Poswanker Fc menerima kartu kuning kedua dan di usir wasit. Melihat hal ini, instruksi dari Manager sungguh-sungguh di perhatikan para pemain untuk bertahan-sekaligus mengoptimalkan serangan balik secara kilat. Alhasil sampai peliut terakhir di bunyikan skor tetap bertahan dan di menangkan oleh Poswanker Fc. Kemenangan ini sekaligus menghantar Poswanker bertengger di klasemen Grub F dengan 3 poin. Sedangkan sehari sebelumnya tim Dolar Nisakarang Vs Argos berbagi 1 poin.
Poswanker akan bersua tim Dolar Nisakarang-Kelubagolit Adonara pada tanggal 4 Juli. Optimis dalam diri Manager dan para punggawa Poswanker untuk meraih poin penuh supaya bisa meraih tiket ke babak selanjutnya...
Poswanker Fc Pasti Bisa⚽️๐ซก๐ช๐น๐
Comments
Post a Comment