"๐ท๐๐๐๐(๐) ๐ฒ๐๐ ๐"
๐น๐๐ก๐: ๐พ๐๐๐๐ ๐พ๐๐๐๐ข๐๐ (๐ถ๐๐๐๐ก ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ก๐๐) ๐๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐ด๐๐๐ ๐พ๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐พ๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐ ๐ ๐พ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ผ. ๐ผ๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐)
๐น๐๐ก๐: ๐ด๐๐๐๐โ๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
"No ukuran Lemanu-Kenere orang yang paling miskin adalah saya dan almarhum kakak Weleko ujar Opa Suban. Hanya saya dan Kakak Almarhum Weleko, berjuang untuk hidup, kami tidak memiliki siapa-siapa kami tidak memiliki apa-apa karena meninggalnya kedua orangtua beserta kedua saudari Uto dan Timu menyebabkan luka yang amat dalam. Hati sungguh hancur apalagi usia belasan tahun. Satu pengalaman yang berharga yakni biji asam pun kami makan, caranya ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ (๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ข๐ ๐ก๐๐๐โ ๐ฆ๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ข๐๐ก ๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐โ ๐๐๐๐ก), ๐๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐/๐๐๐๐๐๐ 1 ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐๐-- ๐๐ ๐ก๐ข๐๐๐ข๐ ๐ ๐๐๐๐๐ โ๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐).
๐น๐๐ก๐: ๐ผ๐ฆ๐ ๐๐๐ ๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐โ. ๐
๐โ๐๐-๐๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ โ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐.
Pertolongan pertama Tuhan melalui orang Sulengwaseng. Saya di pelihara oleh almarhum bapak Lagabele Krowin dan almarhum mama Taka Kolin sedangkan, kakak di pelihara oleh almarhum bapak Segaraya Krowin dan almarhum mama Meluwae Huler. Perlu diketahui kedua lelaki hebat yang memelihara kami merupakan kakak-beradik kandung. Kakak Weleko tinggal di ๐ณ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ณ๐๐๐๐๐ (๐๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐ ๐ฟ๐๐ค๐โ๐ ๐๐ข๐๐๐๐๐ค๐๐ ๐๐๐) bersama kedua orangtua sedangkan, saya bersama bapa mama asuh di ๐ต๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ (๐๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ค๐โ๐ ๐ ๐ข๐๐๐๐๐ค๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐โ-๐ก๐๐๐๐โ). Ini suatu pengalaman yang menyedihkan apabila mengingat kembali, namun satu hal yang pasti bahwa Tuhan tidak pernah tidur.
๐น๐๐ก๐: ๐ต๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐. ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐ก๐๐ ๐๐ข๐๐ ๐๐ข๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐โ๐๐ ๐ง๐๐๐๐.
Kira-kira usia belasan beranjak duapuluhan tahun karena situasi hidup yang sangat susah kakak Weleko ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ (mengiris) dan menjual tuak 1 bambu dibayar dengan 25 Sen Benggol yang merupakan mata uang Belanda di tahun 1955. Uang tersebut digunakan untuk merantau ke Waiwerang (sekarang Ibu Kota Kecamatan Adonara Timur). Kami bekerja sebagai penggarap lahan di tuan Polisi Pujo (orang ambon) selama 3 bulan di tahun 1956. Karena
nasib tidak menentu kami memutuskan kembali ke solor dan sebagai buah tangan kami membeli 3 helai baju, masing-masing helai untuk saya dan kakak dan 1 helai di jual ke Darnama Melur yang waktu itu tinggal di ๐ฏ๐๐๐๐
๐๐๐ (sebuah dusun Kenere--bagian dari Kampung Lemanu) tidak disangka setelah itu beliau menjadi suami dari saudari kami Timu. Kami menjual baju tersebut dengan harga 15 Rupe. Situasi saat itu sungguh sengsara sehingga di bulan Agustus tanggal delapan saya dan kakak memutuskan merantau ke Hokeng dan bekerja di misi. Kami berjalan kaki dari Lewahe menuju Ritaebang lamanya perjalanan kira-kira 3-4 jam, ya kalau sekarang 20-an menit dari Lewahe menuju Ritaebang. Transportasi antar pulau hanyalah perahu, syukur-syukur ada angin sehingga bisa dibentangkan layar. Jika tidak ada angin maka, tenaga akan terkuras demi mendapat uang. Pemilik perahu yang kami tumpangi bernama Tolid dan sampai di Nobo kami berjalan kaki menuju Hokeng.
๐น๐๐ก๐: ๐ต๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐พ๐๐๐๐ ๐พ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐. ๐ผ๐ฆ๐ ๐๐๐ฆ๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐พ๐๐ ๐โ ๐๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐พ๐๐๐๐๐๐๐ 1 ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ค๐๐๐๐ก๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐โ๐๐ ๐ง๐๐๐๐.
Bekerja di Misi tentu menambah pundi-pundi wawasan atau pengalaman dalam menginspirasi agar hidup tetap hidup. Kakak bekerja di pabrik Kopi dan diterima oleh Bruder Sebasti SVD orang Belanda sedangkan, saya diterima oleh Bruder Markus SVD juga orang Belanda sebagai pekerja merawat dan memberi makan ternak seperti; babi. Ada hal menarik lainnya kakak Weleko mendapat pekerjaan tambahan yakni menjaga sapi dan merawat kelapa muda. Itu berarti kakak dituntut teliti, disiplin dalam membagi waktu. Ini merupakan pengalaman yang unik dan banyak nilai yang kami petik seperti cinta kasih, disiplin hidup, prinsip hidup dan berbagai nilai-nilai keutamaan dan kebajikan.
๐น๐๐ก๐: ๐พ๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐ ๐ด๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐.
Setelah menimba pengalaman di Lembah Hokeng, saya meminta izin untuk pindah ke Ledalero di tahun 1959 dengan alasan mencari tantangan baru sampai dengan tahun 1961. Setahun kemudian kakak meminta izin ke tanjung pinang dengan alasan yang sama. Saat berpamitan di tahun 1961 saya menyampaikan Niat ke Pater Apeldorum, SVD untuk menjadi Bruder SVD, namun saya mesti pulang ke kampung menyampaikan hal ini ke Saudari Timu dan apabila tidak disetujui maka saya bersedia menjadi tentara sukarelawan pembebasan Irian Barat dari Belanda.
๐น๐๐ก๐: ๐ถ๐ข๐๐ข ๐๐ ๐พ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐ฆ.
Semangat untuk berperang dan membebaskan Irian Barat sungguh menaungi hati dan pikiran saya, lebih dari itu, di Ledalero, kami di latih oleh tentara Indonesia dan saya sudah menghafal lagu sebagai motivasi untuk berperang melawan Belanda. Saya masih ingat lirik lagu itu:
"๐๐๐ง๐๐๐ง๐ ๐๐๐ฃ๐๐ก ๐๐๐ฎ๐ค๐ฎ ๐๐๐ฒ๐๐ง๐ " ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐๐ง๐๐ง๐ ๐ข๐ฌ ๐ญ๐๐ซ๐ฌ๐๐๐ฎ๐ก-๐ฌ๐๐๐ฎ๐ก, ๐ฉ๐๐ง๐๐๐ง๐ ๐ฆ๐๐ญ๐๐ค๐ฎ ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฐ๐๐ฃ๐๐ก๐ฆ๐ฎ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ญ๐๐ง๐๐ง๐ , ๐ฉ๐๐ง๐๐๐ง๐ ๐๐ซ๐ข๐๐ง ๐ฆ๐๐ง๐ฃ๐๐๐ข ๐ค๐๐ง๐๐ง๐ -๐ค๐๐ง๐๐ง๐ ๐๐ง. ๐๐ญ๐ฎ๐ฅ๐๐ก ๐ฆ๐ฎ๐ญ๐ข๐๐ซ๐ ๐๐ข๐ญ๐. ๐๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ซ ๐ญ๐ข๐๐ ๐ญ๐๐ก๐ฎ๐ง 62 ๐ค๐ข๐ญ๐ ๐ญ๐๐ญ๐๐ฉ ๐ฌ๐ข๐๐ฉ ๐ฌ๐๐๐ข๐, ๐๐ซ๐ข๐๐ง ๐๐ค๐๐ง ๐๐ข ๐ค๐๐ฆ๐๐๐ฅ๐ข๐ค๐๐ง ๐ค๐ ๐ฐ๐ข๐ฅ๐๐ฒ๐๐ก ๐๐ง๐๐จ๐ง๐๐ฌ๐ข๐. ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ค๐๐ฆ๐๐๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ฎ๐ฅ๐๐ง๐ ๐ค๐๐ฅ๐๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ค๐๐ง ๐ฆ๐๐ง๐๐ง๐ , ๐ฐ๐๐ฅ๐๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐ฆ๐๐ฒ๐๐ญ ๐ญ๐๐ซ๐ก๐๐ง๐๐ฎ๐ซ ๐๐ข ๐ฆ๐๐๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐๐ง๐ , ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ญ๐๐ง๐๐ ๐ฉ๐๐ฆ๐ฎ๐๐ ๐๐๐ซ๐ฃ๐ฎ๐๐ง๐ . ๐๐ค๐ฎ ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐๐ง๐๐ง๐ ๐ง๐๐ฌ๐ข๐ ๐ค๐๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง ๐๐๐ง๐ ๐ฌ๐ ๐ฌ๐๐ซ๐ญ๐ ๐ญ๐๐ง๐๐ก ๐๐ข๐ซ๐ค๐ฎ, ๐๐ง๐๐จ๐ง๐๐ฌ๐ข๐".
๐น๐๐ก๐: 26 ๐ด๐๐๐๐ 2023 ๐ถ๐ข๐๐ข ๐๐ ๐พ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ข๐ก๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐โ๐ค๐ ๐๐ ๐๐ธ๐๐ฝ๐ด๐ท๐ผ ๐ข๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก โ๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐๐๐๐ก ๐พ๐๐๐ข๐๐๐๐.
Sekembali dari kampung saya menyampaikan ke Pater Rektor bahwa saudari tidak menyetujui dengan alasan ""๐ด๐๐๐ ๐๐๐
๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐
๐. ๐ฐ๐ ๐๐๐
๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐---๐
๐๐ ๐๐๐
๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐"". Di Ledalero waktu itu semua Frater kuliah mengenakan jubah putih, frater-frater Ritapiret juga kuliah di Ledalero juga mengenakan jubah putih. Seingat saya yang menjabat Rektor adalah Pater Apedorun SVD, almarhum Pater Niko Hayon SVD (saat itu masih Frater), Pater Mikel Migu Raya SVD, Pater Paulus Sani Kleden SVD (Uskup) Pater Yan Riberu SVD namun mereka semua ini sudah meninggal. Saya mengenal disaat mereka masih hidup. Lebih jauh ada satu Pater yang paling pintar yaitu Paulus Sabon Nama SVD, beliau dianggap pintar karena sangat menguasai ilmu kejiwaan, ada juga Pater Ozias orang Nele yang sangat bijaksana.
๐น๐๐ก๐: ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ โ๐๐๐๐ก ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐. ๐น๐๐ก๐ ๐๐๐ ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐ ๐ ๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐๐, ๐ ๐โ๐๐๐๐ก & ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐ก๐๐ข๐ก ๐๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐๐ข๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ โ๐๐๐ข๐.
Ada satu hal menarik berupa lagu di tahun 1961
lagu ini disiapkan untuk tahbisan uskup Paulus Sani Kleden SVD. Lagu ini di karang oleh Ibu Eda orang Waibalun dan hingga sekarang saya masih ingat liriknya:
"๐ป๐๐๐๐ 61 ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐
๐ ๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐. ๐ฉ๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ท๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐
๐ ๐ผ๐๐๐๐ ๐ซ๐๐๐๐๐๐๐๐๐"
Sungguh sebagai cucu saya terharu menulis ini sebab opa Suban Klodor memiliki memori yang cukup kuat. Sungguh bijaksana Opa Suban.
Klub Sepakbola di Ledalero waktu itu bernama "๐๐ฎ๐ฉ๐๐ซ"(Bukit Permai) dan saya selalu terlibat dalam pertandingan dengan mengambil peran sebagai kiper atau juga Bek. Ya kalau saya bek susah di tembus tim lawan sebab saya keras, tegas---bahasa kerennya ๐๐๐๐๐๐๐. Menjaga gawang agar tidak di bobol bak menjaga martabat diri supaya tidak di hina, di ejek dan di remehkan oleh orang lain. Kira-kira seperti itu. Barangkali dari hal ini karakter bermain Sepakbola diteruskan oleh anak Yos yang membawa Lemanu Juara pada tahun 1993 dalam turnamen antar desa se-kecamatan Solor Barat saat berhadapan dengan Ritaebang dengan skor 2-1 di kandang Ritaebang. Bukan itu saja bakat sepakbola ini dilanjutkan oleh anak Frans, almarhum Yan, Mikel, Paul hingga pada cucu Ady, Ardy dan sukardy. Lompatan lebih jauh mengenai hal ini di bentuk sebuah klub oleh anak Mikel selaku manager dan Kades Kenere dengan nama klub Poswanker Fc yang sudah tampil di Liga 2, Liga 1 Flotim beserta turnamen bergengsi lainnya.
๐น๐๐ก๐: ๐๐๐ข๐๐๐๐-๐ ๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ต๐๐๐.
Meskipun demikian ada kenangan yang tidak di lupakan dan akan terus diceritakan dari generasi ke generasi keturunan kita yakni: ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ 2 ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐
๐๐ ๐
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐
๐ ๐๐๐๐, ๐
๐ ๐๐๐๐, ๐
๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐ ๐
๐ ๐๐๐๐. ๐ฎ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
๐๐
๐๐, ๐๐ ๐
๐ ๐๐๐๐๐๐. ๐บ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐
๐ ๐๐๐๐๐๐. ๐ฉ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐
๐๐ ๐
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐. ๐ซ๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐
๐ ๐๐๐๐๐ 1977 ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐
๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ฉ๐๐๐๐๐'๐ sampai saat ini (๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐---๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐๐๐). Konon, lokasi ini dulu sebatas tempat melepas lelah disaat usai orang melaut, tempat menyimpan perahu dan ๐ป๐๐ ๐ถ๐๐๐๐ (perangkap ikan yang terbuat dari bambu).
Saat menempati rumah di Baligue'e pun masih di hina, di caci, di fitnah : ๐๐๐๐๐ ๐
๐ ๐
๐๐
๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐
๐๐๐. ๐ฐ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐๐๐. ๐ต๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐
๐๐๐.
Puskesmas Ritaebang dan Menanga sangat jauh dan bisa dikata puskesmas pertama di Solor Selatan adalah rumah kita yang hina, yang di caci, di fitnah. Ratusan orang disembuhkan oleh kasih Tuhan melalui sosok Suban Klodor. Suban Klodor memiliki banyak pengikut sejak dulu dan sudah berkurang saat saya menginjak SMA ya itupun karena sudah ada Puskesmas Kalike di Solor Selatan. ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐
๐ ๐๐๐
๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐
๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐
๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐. Ini fakta dan saya sebagai cucu tertua juga mendapat mengalami proses penyembuhan ratusan orang sakit dari berbagai penjuru Nusa Solor.
Anak besar menjadi Camat di Solor Selatan selama 11 lebih tahun dan adik kandungnya menjadi kepala Desa Kenere selama 2 Periode sejak tahun 2013 yang notabene waktu itu di lantik oleh kakak kandungnya Camat Solor Selatan. Cucu laki-laki menjadi Tentara. Barangkali ini menjawab kerinduan saya (Opa) dahulu kala yang memiliki niat untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda.
Apapun itu ๐บ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฒ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐---Ini kata Opa Suban. Mungkin dari hal ini, Bapak Camat dan Bapak Kades Kenere selalu berujar kepada kami anak-anak:
"๐ฉ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐"
ya dalam konteks kami "MENJADI"
itu karena:
""Tuak Nawin Tou ne Doi Sen Pulu Rua ne Lema""
(Tuak 1 bambu & uang 25 sen benggol yang merupakan mata uang Belanda).
๐ป๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐๐
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐.
1 Agustus 2023
saat ngeteh.
Terimakasih banyak Filsuf, Teolog Opa Suban Klodor engkau adalah fondasi hidup untuk kami hingga generasi kita selanjutnya.
Comments
Post a Comment