"Puken(g) Koda"
Mengintip Yang Belum---dalam
bingkai Tim Poswanker Fc
Pada era keterbukaan ini sepakbola
merupakan salah satu cabang olahraga yang paling digemari di seluruh dunia.
Sepakbola bukan semata ladang bisnis yang menggiurkan tetapi, sepakbola juga merupakan
ajang mengaktualisasi diri--sebagai persona (pribadi) yang kaya dengan skil atau
kemampuan. Lebih jauh, sepakbola juga dinilai sebagai instrumen untuk dedikasi dalam
mengangkat harkat dan martabat klan/suku, keluarga, wilayah dan lain
sebagainya. Menonton sepakbola, di layar kaca atau secara langsung di lapangan
sungguh dihibur oleh skil, gocekan lihai dari para pemain. Adapun kinerja tim yang solid dengan taktik cemerlang dari
pelatih, disertai managemen yang akuntabel akan mengantar suatu tim menuju
podium kemenangan. Terlepas dari hal tersebut, dalam pertandingan sepakbola
selalu tersirat misi berupa: nilai-nilai edukatif (mendidik)—persuasif (mengajak)--untuk
nilai-nilai kemanusiaan. Itu berarti, sepakbola sudah menerobos sekat yang mendiskriminasi
kehidupan manusia, disamping itu ada juga pesan lain sesuai dengan konteks
perubahan zaman.
Sebagai contoh beberapa
bulan lalu dalam turnamen St.Petrus Lemanu Cup (Solor Selatan) tim San Bernardo
dari desa Daniwato, Solor Barat tampil berbeda dari tim lainnya. Poster putih bertuliskan
pilox hitam “Daniwato For Ecology” sesungguhnya mengafirmasi pentingnya membangun
keakraban dengan alam lingkungan, manusia bukan saja menerima tetapi mesti
memberi yang terbaik seperti; menjaga dan melestarikannya. Bahwasanya, alam berkontribusi
terhadap peradaban dan keberlanjutan hidup manusia dan hal ini di refleksikan
secara bijaksana oleh Paus Fransiskus dalam ensikliknya yang terkenal---Laudato Si. Tim San Bernardo bersama
suporternya menampilkan sesuatu yang serius (memungut sampah di dalam dan di
luar lapangan bola kaki, setiap--usai tim ini berlaga)---namun hal semacam ini
belum dicontohi oleh masyarakat Flores Timur umumnya dan masyarakat Solor khususnya.
Dalam menyongsong
Pancawindu Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri. Pemdes setempat mengadakan
turnamen sepakbola yang dilaksanakan di lapangan sepakbola Gawerato. Poswanker
Fc sebagai wakil tim dari Selatan Pulau Solor juga terlibat dan tergabung dalam
Grub F bersama tim Dolar Nisakarang (Kelubagolit), Rajamanuk (Larantuka) dan
Argos (Beliko-Wotan Ulu Mado-Adonara). Sejauh ini Poswanker bertengger di atas
Rajamanuk dengan poin yang sama yakni 3 hasil satu kemenangan dan sekali kalah.
Sedangkan tim Dolar berada di puncak klasemen dengan mengantongi poin 4 hasil
sekali menang dan sekali imbang. Adapun Argos berada di juru kunci dengan poin
1 hasil sekali imbang dan sekali kalah. Di tengah prahara yang inkonsisten pada
laga kedua melawan Dolar---Poswanker seakan kehilangan roh-jiwa. Banyak peluang
dimiliki dan belum di maksimalkan secara tepat. Kegalauan dan kesedihan turut
bergetar dalam nadi Poswanker mania karena ini pil pahit perdana yang ditelan.
Akan tetapi syair “Poswanker
Pasti Bisa” selalu bersemayam dalam dada para pemain, tim official, suporter
dan manager. Itu artinya, selalu ada kesempatan membarui diri, menyiapkan diri
secara fisik maupun secara mental untuk menatap ke depan sebab, kekalahan merupakan
sesuatu yang belum—sesuatu yang belum usai dan momen tersebut mesti dijadikan
sebagai motivasi.
Mengintip
Yang Belum menurut Ernst Bloch sebagai
harapan
Ernst Bloch Lahir di Ludwigshafen,
Jerman tahun 1885. Filsafat pemikiran Bloch lahir atas situasi yang berbeda
dengan zaman sekarang. Namun, term Yang belum merupakan suatu daya transformasi
yang bisa dijadikan landasan untuk berjuang menggapai sesuatu. Yang belum bukan
diartikan sebagai sesuatu yang tidak ada, atau sesuatu yang kosong, melainkan
yang belum merupakan sesuatu yang kurang. Perihal yang belum sangat berbeda
dengan fantasi-ekspetasi yang semu, sebab Yang belum dalam pemahaman Bloch
memiliki potensi. Sebagai contoh seorang manusia belum disebut sebagai pribadi
yang total dan utuh apabila ia tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Maka,
ia mesti mengalami proses dan proses tersebut merupakan sesuatu yang belum.
Saya berasumsi bahwa
Yang Belum dalam kacamata Bloch memiliki korelasi dengan adagium bahasa
Lamaholot dialek Solor Nuan tou wati---. Nuan tou wati dalam
berbagai konteks dipahami sebagai harapan dan kerinduan. Pada dasarnya Atadiken (orang) Lamaholot memaknai nuan tou wati sebagai sebuah harapan
akan finalitas dari sebuah perjalanan atau sebuah peristiwa yang pernah
dialami. Kesan dari pemahaman tersebut mengafirmasi ada kekuatan lain atau
sesuatu lain yang turut berperan dalam hidup keseharian. Sesuatu yang lain
umumnya diyakini memiliki kekuatan yang bisa merubah segala sesuatu menjadi
nyata. Konteks pemikiran Bloch jika disandingkan dengan tim Poswanker Fc maka, sekali
lagi pentingnya menyadari diri bahwa para pemain sesungguhnya tergabung dalam
tim. Artinya semangat dan kerjasama selalu menjadi landasan selain itu, potensi
dan skil individu mesti berani di tampilkan sebagai pembuktian ketika melawan
tim Argos.
Apa
yang mendorong manusia berharap walau situasi tanpa harapan? Apa yang mendorong
tim Poswanker Fc tampil secara optimal pada laga selanjutnya? Jika para pemain
poswanker membaca tulisan ini tentu mengatakan: “kami termotivasi ketika
ditekuk Dolar” pengalaman sungguh memotivasi untuk percaya diri dalam menatap laga
selanjutnya. Motivasi tersebut menghadirkan keakraban diantara para pemain,
official, manager serta suporter. Di samping itu ada hal menarik namun kurang
disadari yaitu; sebagian pemain Poswanker telah akrab dengan lapangan Gawerato
ketika tampil pada ajang Liga 1 Askab Flotim tahun lalu. Itu berarti ada kekuatan tersendiri dan motivasi untuk tampil maksimal di laga selanjutnya.
Amsal Brani, Alfons Kaha, Sukardy
Klodor, Igen Bolise, Novel Tukan, Figo Belang, Ivan Wujon, Saccy Seran, Yulius
Herin, Rilys Wokal, Imran Purab, Vian Herin, Yanto Sogen, Evan Kaha, Jendral
Kapitan, Mario Lede, Frit Boruk, Viktor Sogen, Beny Niron, Maksi Kolin, Randy
Moron, Rony Lede dan Andro Asan adalah pria-pria tangguh, yang punya nama, yang
punya keluarga datang dari daerah yang berbeda tetapi dipersatukan dalam “Cinta
Poswanker Fc”. Saya optimis pria-pria hebat ini tampil maksimal karena motivasi
disertai cinta yang mendalam.
Deket tanpa Breket impossible maka,
mesti Breket supaya Deket.
Ady
Klodor
Mantan pemain
Poswanker Fc angkatan pertama tahun 2015
Tinggal di Maumere
Comments
Post a Comment